Rabu, 12 Desember 2012

just humming before sleeping

Setelah lelah dengan lembar-lembar sketsa, lalu membaca. Masih ditemani dengan segelas kopi yang tak kunjung habis, telah mendingin pula.
          Buku 'Kisah Lainnya' yang baru menginjak lembar ke-4, baru saja mulai pada kalimat-kalimat intro dari Ariel, menceritakan tentang titik ter absurd dari hidupnya.
          Winamp memutar lagu-lagu secara random. Waktu-waktu ternikmat saat dini hari yang tenang, dan sekarang tentunya kembali berada dalam 'new entri' blog. Jam di mana selalu saja ada yang ingin dituliskan se'tidak'penting apapun itu, mungkin akan menjadi mimpi buruk jika tidak segera di luapkan, atau mungkin aka menjadi sebuah film tak terekam dalam mimpi.
          Menulis, inspirasi itu selalu butuh sokongan, tapi jangan sampai mengandalkan kondisi menyedihkan untuk dapat menulis, tidak harus kan menunggu putus cinta baru dapat menghasilkan tulisan yang brilian?. Menulis itu seperti mengikuti aliran air, itupun tergantung aliran air apa dan di mana. Kalau di ibaratkan air telaga yang jernih, ceritanya mungkin semacam dongeng penghantar tidur seorang peri kecil. Jadi kalau aliran air terjun, bisa jadi itu semacam cerita petualangan  seperti 'journey to the center of the earth'.
Dan biar bagaimanapun, air itu bukan hanya ada di sungai, bagaimana aliran air jus yang tumpah, cerita macam apa jadinya?
        
sunset glow
          *menyruput kopi*

Kalau nanti kopiku sudah habis, aku akan segera tidur, kira-kira kurang tiga kali teguk lagi.
          Selalu saja begini, kalau tidak berada di rumah, aku selalu merasa sayang melewatkan malam hari hanya untuk tidur cepat, seperti mengejar waktu, well padahal waktu juga konsisten tidak pernah makin cepat ataupun makin lambat.
Paling tidak dua atau tiga tahun lagi aku ingin setidaknya 90% mimpiku tercapai, kalau lebih cepat malah lebih baik. Harus segera googling akun twitter sang waktu agar bisa mengirim direct message ke dia untuk memberi keringanan.

triple 12

What the most special today ?
for me..i can sleep more than 3 hours on the middle of the day, thats lil bit strange.
12 12 12...be trending topic on twitter
12 12 12...many people talk about this day (me too)
12 12 12...the rumor said today is the end of the day (too creepy) >,<

        Apapun itu dan apapun yang akan terjadi hari ini atau kelak, penomoran hanyalah sebuah simbol dan tanda, cantiknya sebuah kombinasi angka itu adalah rencana Tuhan yang begitu unik, dan kiamat itu adalah rahasia Tuhan yang paling rahasia.

fairy coffee
        Ketika banyak orang yang biasanya sama sekali tidak menggubris tentang sebuah tanggal ataupun hari, dan hari ini menjadi sangat interest, artinya uforia tanggal langka masih punya pengaruh. Dunia dan segala simbol yang ada di dalamnya itu unik, maka dari itu alangkah baiknya untuk tidak terjebak dalam suatu hal tuntutan duniawi yang menjemukan, such like 'pekerjaan', karena Tuhan menciptakan banyak hal menarik, bukan untuk dipuja (hal menariknya), tapi untuk menyisipkan sebuah tanda kalau Dia adalah penguasa.


Alhamdulillah...

Senin, 10 Desember 2012

Sketsa Hujan

          Ketika hujan semakin lebat, kamu tak kunjung bergeming dari tempat semula. Menatap lekat kepadaku seolah memohon. Itu gila saat kamu tak berkedip meski kilat membuatku tersentak.
Tidak salah lagi, yang ada di genggam tangan kirimu adalah payung, kenapa tidak dipakai saja?
Aku ingin beranjak, tapi melihatmu di sudut sana membuatku urung pergi. Aku ingin menghampirimu, namun aku hampir tidak punya alasan untuk itu, bahkan aku masih berada di sini juga karena menunggu hujan reda. Aku tidak pernah membawa payung.
          Sambil sesekali menyruput kopi, aku terus membuat sketsa , kali ini tentang bocah kecil dan payungnya, sedikit beraroma 'manga'. Ku lirik ke arahmu, aku kira sudah pergi, ternyata kamu hanya minggir sedikit dan berteduh di depan toko alat-alat musik.
Sebenarnya siapa yang kamu tunggu, karena aku tidak lagi melihat tatapan itu, dia menunduk.
           Tapi setidaknya aku lega dia tidak lagi kehujanan.
           Jendela kedai kopi ini cukup lebar, dan aku bisa dengan jelas melihat langit yang mulai cerah. Gerimisnya cantik sekali, aku segera membayar untuk secangkir kopi dan sepotong kue coklat  yang sudah habis sedari tadi.
Mengemasi kertas-kertas gambarku agar tidak basah dan melenggang keluar kedai dengan bersemangat. Angin dingin berhembus saat kubuka pintu kaca kedai. Meski dingin kuhirup dalam-dalam juga, hujan kali ini istimewa karena sepertinya ini hujan pertama di bulan Desember.
          Di tepi tangga kecil depan kedai, melangkah perlahan dan menengadahkan tangan untuk merasakan tetes hujan, ada bayangan di telapak tangan, sepertinya langit batal menghentikan hujan.
Aku salah, ada seseorang memayungiku, tersenyum dan menyodorkan payungnya padaku. Lelaki itu, yang menatapku saat hujan lebat tadi, siapa kamu? siapa orang di depanku ini?
           

Hujan senja

Warna senja kali ini berbeda, tak ubahnya seperti dalam cerita horor, dominan dengan warna hitam dan abu. Hujan menyamarkan warna sawah dan daun bambu di seberang.
          Aromanya masih sama dengan hujan-hujan yang sebelumnya, khas dan menenangkan. Namun suaranya kali ini seperti lulaby dan aku ingin tidur seketika
          Selamat tidur -untukku- hujan, nanti saat aku terbangun, aku  harap setidaknya masih ada sisa gerimis untuk menemaniku makan malam.

Minggu, 09 Desember 2012

sebuah pagi

           Sebuah pagi yang aku buat luar biasa, percayalah...cuma hasil karya Tuhan yang bisa mencengangkan seluruh indra. Dan rasa kopi ini adalah keajaiban yang tiada terkira untukku.
           Aku pernah mendengan dari seseorang, di salah satu stasiun tivi dia mengatakan -dia juga mengutip kata-kata dari gurunya- bahwa "ketika kita bisa menangis saat melihat daun kering terjatuh dan menyentuh tanah, maka pada saat itulah kita benar-benar telah mengenal Tuhan" ...at least, benar-benar merasakan kalau Tuhan itu ada.
           Anyway, beberapa hari ini aku disibukkan dengan khayalan-khayalan baru yang menyenangkan, ide-ide tentang sketsa dan lukisan aquarel dengan tema balon warna-warni dengan latar alam ataupun kota tapi memiliki kesan vintage. Mungkin aku akan sedikit kesulitan untuk membuat efek warna transparan agar benar-benar terlihat cerah, tak masalah, itu hanya sebuah proses.
           Sempurna dalam sebuah karya itu tetap saja relatif, kalau bertemu dengan karakter akan beda lagi hasilnya, yang pasti aku masih berada dalam tengah-tengah, mencari-cari dan waspada menempatkan goresan. Satu lagi, aku masih membutuhkan sebuah kamera, ada banyak hal yang ingin ku abadikan, sedang memoriku tidak akan sanggup menyimpan semua detail itu. Objek-objek yang nantinya akan aku duplikasi kembali oleh tanganku sendiri.