Rabu, 22 Mei 2013

hocuss focuss

i still searching...and scanning, how to life better...
it doesn't mean my life getin worst,
i just trying to reach my obsession, all the stuff, best part are imaginary things
cos i always think randomly, so i become strange all the time and reach nothing

okay >.<
close the eyes...hocuss focuss !!!


Minggu, 05 Mei 2013

my room, my heaven

Di satu sisi ruangan yang seperti sebuah sarang, memang benar kalau imajinasi masa kecil itu selalu terbawa sampai dewasa. Aku buktinya.




Kamis, 25 April 2013

i WISH...i CAN...i WILL

     Aku tumbuh, terus bertumbuh dan menjadi nomaden. Berada di lingkungan monoton hingga dinamis. Menelusuri dunia marginal hingga mengenal manusia-manusia elit. Berada di kawasan yang tidak ramah lalu kembali pada buaian kehidupan yang penuh kehangatan. Belajar bagaimana mendengar dan menyusun kata-kata. Berlatih melihat dengan atau tanpa mata, sampai hati menjadi peka.


"Tuhan, sungguh aku punya banyak pertanyaan. Biarlah itu kukatakan dalam rahasia, antara kita saja".


     Pada akhirnya, aku kembali ke sisi yang paling nyaman, di mana ada keluarga kecil yang menyenangkan. Cukup keluarga kecil ini saja. Dengan segala yang lebih dan yang kurang, bagiku itu sempurna.Aku rela menjadi dinding baja untuk mempertahankan kesempurnaan itu

Aku cukup besar, dan telingaku makin peka mendengar, seperti sebuah sonar yang dipancarkan oleh paus ke paus lainnya berkilo kilo meter jauhnya, aku mendengar banyak hal baik dan buruk. Aku juga menyaksikan berbagai macam transformasi orang-orang, baik pribadi atau suatu hubungan, kemudian menelaah apa yang melandasi itu semua.

Aku belajar merasakan hawa-hawa asing dari setiap pembicaraan lewat gestur dan mimik muka. Menilai dengan sedikit serampangan hingga membentuk sikap defensif.

Kadang terlepas dan bergaul dengan orang-orang di luar zona nyaman, pilihan untuk sedikit tersesat itu menyenangkan. Seperti menghimpun kekuatan dari seluruh elemen. Entah energi apa itu yang kudapat, mungkin sekedar nasehat dari seorang bapak yang duduk di kursi seberang dalam bus lokal.

Kembali ke tempat di mana aku dibesarkan, lalu memilih menjadi makhluk asing, itu jauh lebih aman. Miris tapi menyenangkan.

Apapun itu, sekarang cukup menghela nafas, lalu menyimpan baik-baik, menyiapkan strategi dan amunisi. Kemudian membawa sang "bahagia" ke tempat yang jauh lebih baik. Jauh lebih tulus. Jauh lebih tenang.

Aku adalah aku saja, peri kopi.
Dan suatu saat akan menjadi super fairy coffee.
i WISH...i CAN...i WILL


P.S. some random words, coz what it realy is i don't know how to explain.
       i'm goin blew out because of silly stuff

Selasa, 23 April 2013

Ruh dan nada-nada rahasia

Sebentar...aku ingin sebentar saja...

Mendengar nada samar-samar yang entah dari mana, aku juga tidak perlu tahu dari mana.

Jangan berhenti secepat kilatan cahaya, walau malam ini aku harus terjaga untuk berbaur bersama sang nada

Nada tanpa deskripsi, nada tanpa lirik, dan mungkin nada tanpa ada seorang yang memainkan

Ritmis mistik yang berbaur bersama angin, masuk ke dalam celah kulit pohon dan menggetarkan ranting-ranting, bersamaan dengan itu daun tua mulai berguguran mengikuti alunan nada

Ruh-ruh pohon tua menampakkan siluetnya, berbisik satu sama lain, mulai mengisi nada-nada kosong...berputar dan menari, kadang melayang kadang menjamah bumi, menciptakan suara gemerisik lembut membuat seisi hutan makin tertidur lelap

 Alunan nada masih mengalun, cantik sekali

Aku sadari aku di sana, tanpa raga, tanpa asa. Dengan itu aku bisa mendengar dan melihat semua

Aku tidak melangkah tapi dapat menyaksikan setiap sudut dengan nyata, hampir saling bersentuhan dengan ruh-ruh penjaga kemurnian

Suara lain mulai terdengar, melengkapi nada hingga menjadi komposisi yang makin terasa aneh, tapi terlalu indah dan menghipnotis, itu suara tunas-tunas baru yang mulai tumbuh

Tunas dandelion muda dan berbagai rumput yang aku tidak tahu namanya, serta tunas daun-daun muda dari ranting pohon-pohon bercanopy raksasa, apakah ada peri tinggal di sana?

Dunia seperti ini siapa yang tahu, yang tidak pernah minta untuk dipahami...hanya berharap untuk diberi kesempatan lebih lama dalam damai, mereka itu hidup dan mereka sangat nyata adanya jadi jangan pernah hentikan melody kehidupan itu.

Sekarang tidak cukup sebentar, tapi aku ingin selamanya menjadi b
agian dari nada-nada tersembunyi itu

Senin, 22 April 2013

Senja biasa

     Senja kali ini sedikit pusing, maksudnya saya yang pusing. Keluar sebentar saja saat matahari terik tadi siang dampaknya luar biasa.

Apapun itu yang paling penting adalah sore ini perasaan saya lebih tenang dari sebelumnya. Dengan duduk anteng di kamar seperti biasa walau kali ini tanpa kopi, dan belum juga menyentuh kertas sketsa dari kemarin.
Mungkin saja perjodohan saya dengan jendela selalu berjalan baik, hingga saat ini untuk singgah sementara di rumah budhe saya mendapatkan kamar dengan jendela kecil yangg menghadap sungai. Jadi sebuah pengusir gerah alami tanpa harus berdampak buruk pada atmosfir. Sungai yang tidak lagi cantik, namun irama alirannya masih sama dengan sungai-sungai yang lain. Cukup merdu.

     Sore ini, cukup diam saja dan merencanakan sesuatu yang tidak jahat tentunya. tentang sketsa-sketsa dan gambar yang ingin saya buat, berikut dengan cerita yang melengkapinya. sungguh gampang membayangkan, lalu galau akan melanda lagi ketika sampai pada titik dimana saya akan mememukan ketidak cocokan antara ekspektasi dan hasil nyata. Tapi semoga saja kalaupun itu terjadi kali saya akan berlaku lebih bijak dan meneruskannya dengan sabar.
     Sebelum menua, itulah memang yang paling bijak, menjadi lebih konsisten dari sebelumnya. Dan bukan hal yang mudah untuk di lakukan. Dalam sebuah kondisi yang serba tidak stabil, sepertinya memang perlu suplemen lebih

     Entah apa nanti yang terjadi, dan entah apa yang akan saya dapat di Jogja nanti. Sepertinya memang harus memiliki cetak biru yang jelas.
Sore ini istimewa, karena mulai dapat menelaah sedikit tentang hikmah.




P.S. Jangan lupa beli peta Jogja !!!