Rabu, 06 Maret 2013

Wanna be super fairy

Siapa bilang di tempat yang sama sekali belum atau tidak pernah terjadi kerusuhan (entah di mana itu) adalah tempat ter-aman di dunia. Harusnya lebih banyak orang yang sadar akan konspirasi yang mulai berakar tanpa memandang iklim.
     Bukan dunia, tapi manusialah yang rapuh, labil dan gampang galau. Maka pertanda-pertanda visual sebagai alat pencuci otak manusia diabaikan, dianggap hal biasa yang tak perlu dikhawatirkan. Bukan mengkritisi, hanya membayangkan jika hidupku sampai di suatu waktu nanti ketika para manusia telah berubah menjadi lucifer dengan kalung bintang david, tato all seeing eye atau mungkin mulai menumbuhkan tanduk.
     Apa harus menjadi super human untuk menghentikan satanic creature, yang jelas aku harus berbenah diri dulu.
    

Senin, 04 Februari 2013

Dear Little SNAKE

Hey little snake...i hope you enjoy go under corner of my room. I guess you're little phyton.

     Setelah cuci piring dan akan kembali ke kamar, ada ekor ular di pintu masuk. Dan itu real ular. Oke, kaget, sedikit. Masih lega karena ularnya kecil dan sepertinya jenis phyton yang tidak agresif.
Dia nyelip ke di daerah peralatan lukisku, ya resiko kelebihan barang-barang absurd jadi kalau banyak ular di sini pun mungkin tidak akan ketahuan. Tapi dari mana datangnya ular tadi, kenapa juga dari sekian banyak ruang dia masuk ke kamarku.
Aku bukan phobia, hanya sedikit parno kalau-kalau gigitannya yang tidak berbisa itu menimbulkan alergi. Lebih baik tidak meminta bantuan, prasangkaku adalah bahwa mereka tidak akan mengusir ular ini tapi malah membunuhnya, bukan membunuh instilahnya, tapi menghancurkan badan ular itu sebelum dia sendiri mati.
   Setelah mencoba, akhirnya aku gagal juga mengusirnya, setelah mendekati pintu dia berbalik lagi dan masuk ke  sela-sela kasur, aku cek dan menghilang. Khawatir saja kalau-kalau dia masuk dalam selimut saat aku tidur nanti.
Baiklaaah, aku percaya sungguh kalau ular itu tidak jahat, jadi biar saja dia tinggal bersamaku di sini, meski tidak saling menatap dan tidak saling bicara.


     Mungkin saja ular itu pangeran. :)
     Dan memang tidak cukup jika setiap peristiwa dibiarkan terbengkalai tanpa dibumbui dengan imajinasi.

Kamis, 31 Januari 2013

Sparkling Green

Pandanganku meloncat ke luar jendela
Di seberang sungai ada sawah yang makin subur saja
aroma padi sering menyapa lewat angin, sang kurir pembawa pesan.
Sore ini aku tatap lekat-lekat, hijaunya berkilauan, seperti kaca mozaik yang ada di jendela-jendela gereja

Lagi-lagi...tanah Dewata menunjukkan keahliannya,
melahirkan panorama indrawi dengan segala pesonanya.

Minggu, 27 Januari 2013

Hutan Imaji

Ketika aku lupa untuk berkhayal, rasanya seperti sepersekian detik batas waktu untuk bernafas berhenti. khayalan itu lebih dari sekedar oksigen, lebih dari sekedar ruh yang dapat menggerakkan tulang-tulang.
 
Suatu saat nanti aku akan sampai di hutan penuh rawa kecil, rawa yang dangkal dan tidak pernah menenggelamkan.
Hutan dengan pohon-pohon berdiameter raksasa penuh rongga di akarnya, bahkan aku bisa masuk dengan merunduk ke dalamnya.
Hutan ini tidak gelap saat malam, tidak juga redup saat hujan
Saat aku selalu percaya, kerlip cahaya keluar dengan cepat dari berbagai sudut, dari balik daun-daun yang baru tumbuh, dari  kelopak bunga yang terakhir kali aku lihat masih kuncup.
Cahaya-cahaya berpendar dari lekukan akar tua lembab, 
cahaya-cahaya kecil di mana-mana,
tawa-tawa samar bergema riuh,
melodi-melodi nyaring memanjakan.
Aku tidak ingin tertegun, aku ingin meminta sedikit saja serbuk mereka agar aku juga dapat terbang, aku harap mereka mengerti yang aku katakan.


(ini mimpi, bukan pura-pura mimpi)

Rabu, 23 Januari 2013

Kado, janji 3 Desember

"Kupu Kupu Kata Kata" halaman 23
"Entah kenapa anak kecil suka berbuat hal-hal yang tidak penting", ingin sekali kulontarkan kalimat itu ke kamu Senpai. :p

       Selalu sulit memilih kata-kata, apa lagi kalimat untuk ditujukan kepada makhluk yang satu ini. Harus mendeskripsikan dalam bentuk seperti apa coba, sedangkan kamu jauh lebih rumit dari sekedar susunan kata yang selalu aku tulis di senggangnya waktu.
Terlebih dari sekedar judgment, lebih menyenangkan kalau menggambarkan kamu sebagai sosok imaginer dengan segala keunikan yang tidak terjamah realitas.
       Kamu seperti Doraemon, yang punya mesin waktu. Kapan saja dan di mana saja serta tidak pernah terduga bisa mengajak piknik ke masa lampau dengan sihir kata-kata. Hingga saat ini, kamu memang pembawa masa lalu yang paling sempurna. Hey, otakmu itu kapasitasnya berapa sampai selalu bisa mengingat dengan detail segala macam peristiwa. Tapi jangan lupa update an antivirusnya, kamu seringkali terjangkit virus unstableemotions. Yang jelas susu tidak bisa menetralkan racun macam itu kawan.Lagi pula kamu juga tidak doyan -___-"
       Senpai, tidak pernah mencoba untuk menjadi misterius, tapi bahkan kulit terluarnya saja tidak pernah teridentifikasi terbuat oleh unsur apa, sehingga menahan tubuhnya tetap mungil -seperti hobbit? upss-
Dari sekian banyak cerita, teori atau apapun yang pernah kamu katakan dan kamu umbar-umbar, hanya orang-orang tertentu yang tau pasti dirimu yang sesungguhnya dari sana. Sebut saja mereka the choosen one.
       The choosen one yang pertama, pasti karena memiliki kepekaan tingkat dewa, dan the choosen one yang ke dua pasti karena kamu dengan suka rela memberikan password untuk mengakses database pribadi kamu sendiri.
Apapun itu, intinya kamu adalah manusia dengan sejuta pertanyaan. Yang selalu identik dengan kupu-kupu monarch, jam dengan jarum yang diam, serta apel yang kehilangan gigitan pertamanya -bukan merk gadget-

Tetaplah terbang sembari bermetamorfosa, karena kamu tak betah diam. Jangan lupa simpan mesin waktu kamu baik-baik, rasa-rasanya kamu tidak betah berlama-lama tinggal di dunia yang terlalu riuh, jadi sesekali mainlah ke jaman purba, dinosaurus itu tak banyak bicara lho ..


                                 

Sekian dulu Senpai, 
Ini hanya peri kopi dengan bahasa yang biasa-biasa saja ^^